Bapa, aku lagi sedih sekali
Karena aku belum bisa menjadi istri yang baik
Aku sering kali membuat suamiku marah
Karena aku tidak bisa mengatur rumah tangga dengan baik
tidak bisa mengatur keuangan dengan baik
Tapi Bapa...
Kalau boleh aku membela diri
Aku sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik
Bagi suamiku, anak-anakku dan keluargaku
Apa aku salah kalau aku sedikit bersenang-senang dengan hasil kerjaku
apa salah kalau aku melihat sesuatu yang baik menurutku dan kemudian membelinya??
Tolong aku Bapa....
Ajarkan aku menjadi yang terbaik
Bagi suamiku, anak-anakku dan keluargaku
Ajarkan aku menjadi gembalaMu
yang selalu memberikan kegembiraan, berbuat baik dan melayani keluargaku
dengan segenap hati dan jiwaku
sesuai dengan kehendakMu
Terima kasih Bapa...
Untuk semua yang Kau anugrahkan kepadaku
Best regards,
Chika
Friday, April 18, 2008
Monday, April 07, 2008
Kasih Bapa Tidak Bersyarat
Suatu hari aku melihat Bapa sedang melamun di takhta-Nya. Aku menghampiri-Nya dan pelan-pelan aku bertanya kepada-Nya, "Bapa, apa yang sedang Kau pikirkan ?"
Bapa menoleh ke arahku, dan Ia tersenyum, lalu Ia berkata dengan lembut, "Tidak ada, Nak. Aku hanya sedang memikirkan manusia."
"Manusia ? Ada apa dengan mereka ?" tanyaku
"Tahukah kau bahwa Aku sangat mengasihi manusia ?" ujar-Nya,
"Iya, aku tahu itu. Apa hubungannya Tuhan ?"
"Aku mengasihi manusia sedemikian, sehingga Aku merelakan Anak-Ku terkasih, Yesus Kristus untuk turun ke bumi, menderita, dihina, dan akhirnya mati bagi mereka."
"Iya, itu adalah karya penebusan yang sangat indah."
"Tapi...."
Ups..., ada nada sedih di suara-Nya.
"Tapi, mengapa manusia masih juga meragukan kasih-Ku ?"
Aku terdiam, aku tidak dapat menjawab pertanyaan-Nya, karena aku pun tidak tahu...
"Hari ini, ada satu anak-Ku, dia menangisi dosanya, dia memohon pengampunanKu, Aku mengampuninya, Aku mengatakan bahwa Aku sudah tidak mengingat-ngingat lagi dosa yang ia buat, tapi...."
"Tapi kenapa Tuhan ?"
"Saat Aku berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya, ia berkata, tidak akan ada pengampunan lagi atas dosa yang ia perbuat, ia sudah terlalu sering jatuh bangun dalam dosa, ia mengatakan bahwa ia membenci dirinya..."
Aku diam, menantikan Tuhan.
"Kenapa ia memandang hina dirinya ? Padahal dia adalah biji mata-Ku, kekasih hati-Ku. Darah Yesus sudah tercurah untuknya, Aku sudah mengampuninya, tapi ia tidak Percaya. Aku berkata Aku sudah melupakan semua dosanya, tapi ia berkata tidak mungkin. Mengapa ia memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?"
"Apa ? Memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?" Aku terkejut, adakah orang yang seperti itu ? "Bagaimana mungkin ia memandang rendah pengorbanan Yesus ?"
"Darah Yesus tercurah di Kalvari untuk menebus dosa manusia, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia sudah diambil alih oleh-Nya, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan di dalam Dia, tapi manusia merasa tidak yakin bahwa apa yang telah Dia lakukan sanggup menebus mereka dari maut, mereka tidak yakin dengan karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus."
Tanpa sadar, aku menangis, aku membayangkan, seandainya aku sudah memberikan hadiah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang yang aku kasihi, tapi ternyata hadiah itu dianggap rendah, diacuhkan dan dibuang begitu saja. Kira-kira, apakah masih tersisa kasih dalam hatiku untuk mengasihi orang itu ? Kalau itu aku, mungkin aku tidak akan mengasihi orang itu lagi.
"Lalu Tuhan, apakah sekarang Engkau masih mengasihi manusia ?"
"Ya, Aku sangat mengasihi manusia !"
Aku terkejut ! Sedemikian dalamkah kasih Allah untuk manusia ?
"Walaupun mereka seperti itu ?" tanyaku
"Ya, Aku rindu suatu hari mereka akan datang kepada-Ku dan mengatakan bahwa mereka mengasihi-Ku."
Aku masih terheran-heran. Siapakah manusia sehingga Allah, Sang Pencipta langit dan bumi begitu mengasihinya ? Bukankah mereka hanyalah debu dan abu ? Bukankah jika Tuhan mau, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan manusia dan membuat yang lebih baik ? Aku rasa hal itu tidak sulit untuk Tuhan, bukankah Ia menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan saja ? Hal seperti ini sangat sulit untuk diterima, mengapa Tuhan sampai sedemikian dalam mengasihi manusia ?
Aku memberanikan diriku, aku bertanya lagi kepada Tuhan, "Tuhan, sungguhkan Engkau mengasihi manusia ?"
Tuhan tersenyum, dan Ia berkata, "Sangat, Aku sangat mengasihi manusia. Jika tidak, Aku tidak akan mengutus Anak-Ku Yesus untuk mati bagi mereka. Sekalipun mereka sekarang jauh dari-Ku, Aku sangat rindu mereka kembali kepada-Ku. Karena mereka adalah anak-anak-Ku terkasih."
Mendengar jawaban Tuhan aku tersenyum. Aku mengerti kenapa Tuhan tetap mengasihi manusia...., Tuhan memiliki kasih yang tidak bersyarat !
Tiba-tiba terdengar suara dari bumi. Suara yang perlahan dan terdengar sedih, tapi suara itu tetap menarik perhatian Allah.
"Tuhan, aku tahu aku seringkali melukai hatiMu. Aku sering jatuh bangun dalam dosa. Aku kadang merasa benci dan jijik terhadap diriku sendiri, karena dosa-dosa yang aku perbuat. Tapi aku percaya, darah Yesus menebus aku seluruhnya dan sepenuhnya. Aku tahu aku adalah ciptaan baru sekarang. Aku percaya Tuhan mengasihi aku sebagaimana adanya aku. Ampuni aku Tuhan, aku benci dosa-dosaku. Aku ingin hidupku menyenangkanMu, aku mengasihiMu Tuhan."
Saat doa itu diucapkan, aku melihat senyum di wajah Tuhan berubah menjadi tawa sukacita, Ia sangat bahagia, karena saat itu, ada satu anakNya yang terhilang kembali kepadaNya, dan ia berkata kepada para malaikat,
"Bersukacita dan bergembiralah, karena anak-Ku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali."
Aku tidak tahu, dosa apa yang kamu perbuat, aku tidak tahu berapa lama kamu tinggal dalam dosa. Tapi aku tahu satu hal, Bapa di Surga mengasihimu, dan tangan-Nya terbuka menunggumu pulang. Kembalilah, jangan biarkan Ia menunggu terlalu lama. Yesus mengasihimu !
thx for YC atas forwardnya, semoga bermanfaat bagi temen-temen yang sudah membacanya.
Bapa menoleh ke arahku, dan Ia tersenyum, lalu Ia berkata dengan lembut, "Tidak ada, Nak. Aku hanya sedang memikirkan manusia."
"Manusia ? Ada apa dengan mereka ?" tanyaku
"Tahukah kau bahwa Aku sangat mengasihi manusia ?" ujar-Nya,
"Iya, aku tahu itu. Apa hubungannya Tuhan ?"
"Aku mengasihi manusia sedemikian, sehingga Aku merelakan Anak-Ku terkasih, Yesus Kristus untuk turun ke bumi, menderita, dihina, dan akhirnya mati bagi mereka."
"Iya, itu adalah karya penebusan yang sangat indah."
"Tapi...."
Ups..., ada nada sedih di suara-Nya.
"Tapi, mengapa manusia masih juga meragukan kasih-Ku ?"
Aku terdiam, aku tidak dapat menjawab pertanyaan-Nya, karena aku pun tidak tahu...
"Hari ini, ada satu anak-Ku, dia menangisi dosanya, dia memohon pengampunanKu, Aku mengampuninya, Aku mengatakan bahwa Aku sudah tidak mengingat-ngingat lagi dosa yang ia buat, tapi...."
"Tapi kenapa Tuhan ?"
"Saat Aku berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya, ia berkata, tidak akan ada pengampunan lagi atas dosa yang ia perbuat, ia sudah terlalu sering jatuh bangun dalam dosa, ia mengatakan bahwa ia membenci dirinya..."
Aku diam, menantikan Tuhan.
"Kenapa ia memandang hina dirinya ? Padahal dia adalah biji mata-Ku, kekasih hati-Ku. Darah Yesus sudah tercurah untuknya, Aku sudah mengampuninya, tapi ia tidak Percaya. Aku berkata Aku sudah melupakan semua dosanya, tapi ia berkata tidak mungkin. Mengapa ia memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?"
"Apa ? Memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?" Aku terkejut, adakah orang yang seperti itu ? "Bagaimana mungkin ia memandang rendah pengorbanan Yesus ?"
"Darah Yesus tercurah di Kalvari untuk menebus dosa manusia, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia sudah diambil alih oleh-Nya, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan di dalam Dia, tapi manusia merasa tidak yakin bahwa apa yang telah Dia lakukan sanggup menebus mereka dari maut, mereka tidak yakin dengan karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus."
Tanpa sadar, aku menangis, aku membayangkan, seandainya aku sudah memberikan hadiah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang yang aku kasihi, tapi ternyata hadiah itu dianggap rendah, diacuhkan dan dibuang begitu saja. Kira-kira, apakah masih tersisa kasih dalam hatiku untuk mengasihi orang itu ? Kalau itu aku, mungkin aku tidak akan mengasihi orang itu lagi.
"Lalu Tuhan, apakah sekarang Engkau masih mengasihi manusia ?"
"Ya, Aku sangat mengasihi manusia !"
Aku terkejut ! Sedemikian dalamkah kasih Allah untuk manusia ?
"Walaupun mereka seperti itu ?" tanyaku
"Ya, Aku rindu suatu hari mereka akan datang kepada-Ku dan mengatakan bahwa mereka mengasihi-Ku."
Aku masih terheran-heran. Siapakah manusia sehingga Allah, Sang Pencipta langit dan bumi begitu mengasihinya ? Bukankah mereka hanyalah debu dan abu ? Bukankah jika Tuhan mau, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan manusia dan membuat yang lebih baik ? Aku rasa hal itu tidak sulit untuk Tuhan, bukankah Ia menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan saja ? Hal seperti ini sangat sulit untuk diterima, mengapa Tuhan sampai sedemikian dalam mengasihi manusia ?
Aku memberanikan diriku, aku bertanya lagi kepada Tuhan, "Tuhan, sungguhkan Engkau mengasihi manusia ?"
Tuhan tersenyum, dan Ia berkata, "Sangat, Aku sangat mengasihi manusia. Jika tidak, Aku tidak akan mengutus Anak-Ku Yesus untuk mati bagi mereka. Sekalipun mereka sekarang jauh dari-Ku, Aku sangat rindu mereka kembali kepada-Ku. Karena mereka adalah anak-anak-Ku terkasih."
Mendengar jawaban Tuhan aku tersenyum. Aku mengerti kenapa Tuhan tetap mengasihi manusia...., Tuhan memiliki kasih yang tidak bersyarat !
Tiba-tiba terdengar suara dari bumi. Suara yang perlahan dan terdengar sedih, tapi suara itu tetap menarik perhatian Allah.
"Tuhan, aku tahu aku seringkali melukai hatiMu. Aku sering jatuh bangun dalam dosa. Aku kadang merasa benci dan jijik terhadap diriku sendiri, karena dosa-dosa yang aku perbuat. Tapi aku percaya, darah Yesus menebus aku seluruhnya dan sepenuhnya. Aku tahu aku adalah ciptaan baru sekarang. Aku percaya Tuhan mengasihi aku sebagaimana adanya aku. Ampuni aku Tuhan, aku benci dosa-dosaku. Aku ingin hidupku menyenangkanMu, aku mengasihiMu Tuhan."
Saat doa itu diucapkan, aku melihat senyum di wajah Tuhan berubah menjadi tawa sukacita, Ia sangat bahagia, karena saat itu, ada satu anakNya yang terhilang kembali kepadaNya, dan ia berkata kepada para malaikat,
"Bersukacita dan bergembiralah, karena anak-Ku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali."
Aku tidak tahu, dosa apa yang kamu perbuat, aku tidak tahu berapa lama kamu tinggal dalam dosa. Tapi aku tahu satu hal, Bapa di Surga mengasihimu, dan tangan-Nya terbuka menunggumu pulang. Kembalilah, jangan biarkan Ia menunggu terlalu lama. Yesus mengasihimu !
thx for YC atas forwardnya, semoga bermanfaat bagi temen-temen yang sudah membacanya.
Friday, March 28, 2008
Hasil Belajar Dear
Nggak kerasa sudah 3 bulan Dear di sekolahnya yang baru, beberapa kalimat dalam bahasa Inggris sudah dapat disampaikan (yang pasti yang sering diucapkan) seperti "knock...knock...knock open the door please!", "How are you?I'm fine thank You", dan beberapa kalimat pendek dan sederhana.
Waktu perayaan sincia, mereka mengadakan acara kecil buat merayakannya, anak-anak diminta memakai pakaian chinese atau pakaian yang berwarna merah.... pulangnya Dear dapet angpao isi cokelat.
Beberapa waktu lalu juga mereka mengadakan funtrip ke Gramedia bookstore Daan Mogot mall... disana anak-anak mendengarkan cerita dan permainan, setelah itu belanja buku dech. Tadinya aku nggak mau ikut karena Dear pasti aman bersama missnya, tapi ternyata anak-anak lain hampir semua diantar orang tuanya, kasian juga deh akhirnya aku ikut juga mendampingi Dear ke Gramedia.
Nah, hari ini Dear dapat Mid semester progress report, yaaa hasilnya lumayanlah, rata-rata Good, Teacher Comments "Dear has shown a good attitude but trying to improve in writing skill" padahal Dear sudah bisa menulis angka 1 -10 dengan baik, di buku komunikasinya pun selalu bilang klo Dear menulis huruf & angka yang diajarkan dengan baik, tapi kenapa commentnya kayak gitu yah????
Mudah-mudahan Dear tambah pinter dan berani, kan 3 bulan lagi dia sudah masuk TK A, jadi sudah harus bisa menulis dengan baik dan kalau bisa sudah bisa baca :) Good luck My Dear, God Bless U.
Nah, hari ini Dear dapat Mid semester progress report, yaaa hasilnya lumayanlah, rata-rata Good, Teacher Comments "Dear has shown a good attitude but trying to improve in writing skill" padahal Dear sudah bisa menulis angka 1 -10 dengan baik, di buku komunikasinya pun selalu bilang klo Dear menulis huruf & angka yang diajarkan dengan baik, tapi kenapa commentnya kayak gitu yah????
Mudah-mudahan Dear tambah pinter dan berani, kan 3 bulan lagi dia sudah masuk TK A, jadi sudah harus bisa menulis dengan baik dan kalau bisa sudah bisa baca :) Good luck My Dear, God Bless U.
Saturday, March 22, 2008
Delon feat. Irene - Indah Pada Waktunya
kau lihat aku di sini seutuhnya
sendiri merasa bahagia karenamu
setelah air mata kehilangan dan juga kecewa
kini hanya satu yang ku percaya
kau membuatku bahagia
reff:
jika memang ini saatnya
mimpiku akan menjadi nyata
ku percaya kuatnya cinta
semua akan menjadi indah pada waktunya
hadirmu semangat jiwaku karenamu
kelembutan cintamu semua jawaban yang kudambakan
kini hanya satu yang ku percaya
kau membuatku bahagia
repeat reff
dan takkan ada kata-kata
oh jangan sembunyikan
perasaanmu saat ini
repeat reff
=====================================================================================
Wednesday, February 27, 2008
Aku & Dear
Sudah beberapa hari ini hubunganku dengan Dear agak buruk, dimataku anak itu kelihatan nakal banget jadi maunya marah-marah mulu. Ada aja polanya yang buat aku jengkel dan terkesan disengaja oleh dia, makanya aku jadi males dekat dengannya, jangan sampe emosiku menjadi-jadi.
Karena itulah Aku dan Dearpun jadi agak jauh, kalo ada aku dia sengaja buat sesuatu yang menarik perhatianku dan aku berusaha cuek. Akhirnya dia seperti tidak menganggap aku ada.
Untuk makan aja dia nggak mau disuapi aku, semua serba "ema", kan aku jadi nggak enak sama mami padahal maminya sendiri juga sibuk sama pesanan bolu kukusnya.
Aku nggak tau harus bagaimana untuk memperbaiki hubungan ini, sedih banget deh rasanya deket dimata tapi jauh dihati.
Semoga saja dilema ini cepet berakhir dan hubunganku dengan Dear baik kembali.
Karena itulah Aku dan Dearpun jadi agak jauh, kalo ada aku dia sengaja buat sesuatu yang menarik perhatianku dan aku berusaha cuek. Akhirnya dia seperti tidak menganggap aku ada.
Untuk makan aja dia nggak mau disuapi aku, semua serba "ema", kan aku jadi nggak enak sama mami padahal maminya sendiri juga sibuk sama pesanan bolu kukusnya.
Aku nggak tau harus bagaimana untuk memperbaiki hubungan ini, sedih banget deh rasanya deket dimata tapi jauh dihati.
Semoga saja dilema ini cepet berakhir dan hubunganku dengan Dear baik kembali.
Subscribe to:
Posts (Atom)