Wednesday, February 12, 2014

Ujian Kesabaran

Hari minggu kemarin (09/02/14) merupakan anniversaryku yang ke 11, dirayakan dengan cara yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu nungguin orang seharian. Seharusnya hari sabtu itu janjian sama penyewa rumah di Poris untuk ngeluarin binatang peliharaannya, eh ternyata si pak Yakob bilang ga bisa hari sabtu, di ganti jadi hari minggu jam 10. Jadilah jam 10 itu kita standby di depan rumah Poris. setelah 30 menit berlalu tidak juga datang orangnya aku sms pak Yakob, dia kasih no HPnya pak Putu (orang yang akan ambil anjing & barang2nya). Aku minta hubby telp ke pak putu tsb dan ternyata orangnya itu tinggal di Depok dan disana hujan deras... dia nggak bisa datang. Hubby telp ke pak Yakob lagi buat kejelasannya, yang jadi masalah utamanya adalah anjingnya yang bau dan tempatku yang juga kotor dengan kotoran si doggy tersebut. Dia bilang dia akan minta tolong iparnya buat ambil anjingnya, dia ga rela anjingnya di lepasin gitu aja (padahal tetangga2 rela ngurusin si doggy itu klo ga diambil sama pemiliknya). Reschedule janji jam 5 sore. Akhirnya kita pulang, makan siang di rumah (karena mami juga sudah masak banyak lauk & sayur di rumah) lalu tidur.

Jam 5 sore kita kembali ke Poris buat ketemu sama iparnya pak Yakob, tapi sampe jam 6.30 orang itu nggak juga muncul batang hidungnya, aku sms lagi pak yakob setengah mengancam akan melepas anjingnya jika orang itu ga datang juga. Sebenernya aku ingin istrinya yg urus serah terima kunci tapi menurut pak Yakob istrinya ada di Jawa, eh tukang roti bilang kemarin baru aja beli roti sama dia di Blok C deket kantor RW (jiaaahhhh....... gubrak deh... jadi aku di boongin@@@)

Untung punya tetangga-tetangga yang care dan baik hati, mereka menyuruh kita untuk menunggu di dalam rumah mereka, tapi hubby menolak dengan halus, ya nggak enak juga lah kan jadi ngerepotin. Tapi pada akhirnya kita masuk juga ke rumah sebelah (AD/6) karena dipaksa sama si kokohnya dengan alasan gerimis. Ga lama masuk ke rumah sebelah, anjing-anjing itu gonggong, hubby keluar dan benar ada mobil yang parkir di depan rumah, rupanya iparnya si bapak itu. Datang juga nggak ada basa-basi boro-boro minta maaf (mungkin memang mereka tidak belajar sopan-santun, its ok lah). Aku katakan kepadanya sebelum anjingnya di bawa tolong dibersihkan dulu kotoran anjingnya, eh dia nggak mau, malah bilang bahwa itu urusan enci sama si yakob, saya ke sini cuma mau ambil anjing saya. Wuah langsung naik darah aku denger dia songong kayak gitu, eh pake boong segala lagi bilang tiap malam adiknya yang kasih makan tuh anjing, padahal jelas-jelas tetangga sebelah rumah yang selalu ngasih makan anjingnya, yo wis ambillah anjingmu cepetan, aku buka pagarnya eh anjingnya malah lari keluar.... setelah itu aku gembok lagi pagarnya dan aku tinggal pulang. Kata tetangga sih orang itu ngejar2 anjingnya sampe sekitar 30 menitan. Ya udah mau gimana, wong dia aja nggak tanggungjawab gitu.

Hari ini, sore aku kembali lagi ke poris buat minta tolong tukang sampah bersihin kotoran anjingnya dan buang barang-barang bekas orang itu yang digeletakin aja di luar. Sudah aku smsin bahwa aku akan bersihkan rumahku sekarang, dari jam 5 di tunggu tidak ada jawaban, jam 6.15 sudah bersih dan aku gembok kembali rumahnya. Jam 7 orang itu baru sms kasih tau klo bafrang-barangnya jangan dibuang, huh.... kalo sudah aku buang memangnya salahku? kan aku sudah kasih tau, kenapa balasnya telat.

Sampai malam kita sms an, dia nggak terima kalo aku  tanyakan keberadaan istrinya, menurutku seharusnya ketika dia di penjara, istrinyalah yang bertanggungjawab urusan rumah itu, tapi dia berdalih bahwa itu urusanku dengan dia jadi ga boleh libatkan istrinya.  Bahwa dia di penjara aja masih kayak gitu sombongnya.

Hubby menegaskan bahwa hari minggu besok batas akhir dia mengeluarkan barang-barangnya, kita lihat aja apakah yang bisa dia lakukan, kesabaran kita sudah habis dipermainkan oleh orang kayak gitu, belum lagi tidak bersyukurnya itu loh, sudah di kasih hati...boleh bayar nyicil, boleh ngutang dulu bayar sewanya eh malah jadi seenaknya sendiri, dan yang paling mengecewakan adalah dia punya istri yang tidak mau tau urusan suaminya....walaupun itu  untuk dia. Mungkin aku yang terlalu negatif menilainya, tetapi dari apa yang kelihatan mataku itu lah yang buat aku mengeluarkan penilaian.

Maaf ya Tuhan, bukan aku tidak bisa berbagi kasih, tetapi untuknya menurutku sudah cukup aku berbagi kasih yang dibalas dengan mengecewakan. Aku bukan Engkau yang penuh kasih yang tidak berkesudahan... aku mau belajar Tuhan...mohon bimbinganMu dan kuatkan aku menghadapinya.



Saturday, February 01, 2014

Bertahan hingga waktu yang tepat

Sudah 13 tahun lebih aku bertahan di perusahaan ini. Bukan sekedar bertahan, I do my best buat perusahaanku... hasilnya memang jabatanku naik di tahun 2006 (setelah 5 tahun kerja) Salary di seusaikan dengan promosi waktu itu. Seiring waktu, perusahaan semakin maju, transaksi semakin banyak hingga tak sanggup lagi aku handle 3 PT + 1 pembukuan pribadi si bos, maka kuajukan untuk promosi jabatan seorang sahabat kepada si bos, setelah dipertimbangkan maka usulan tersebut disetujui dengan catatan aku tidak boleh lepas begitu saja (artinya aku tetap bertanggungjawab dan memberi masukan jika dibutuhkan) sebagai kompensasi aku tetap dapat jatah komisi dari Perusahaan yang aku lepas.

Seperti yang kusampaikan tadi, transaksi perusahaan kian hari kian meningkat, belum lagi pemeriksaan pajak, audit tahunan yang menyita banyak waktu. Pada kenyataannya kenaikan salary tidak seiring dengan kemajuan perusahaan. Sangat menyedihkan ya klo hanya tergantung dari salary. Sudah coba jalanin usaha online hasilnya jg tidak maksimal karena terbatasnya waktu.

Semakin hari, hatiku semakin berontak dengan manajemen.Gimana tidak, manajemen yang buat peraturan, tapi manajemen juga yang melanggar. Hal simple dech... setiap aku mau cari calon staf, di ultimatum bahwa calon tersebut bersedia tidak hamil dalam waktu 2 tahun (jika calon tersebut baru menikah atau akan menikah) dan itu sudah jadi peraturan tidak tertulis, eh kenyataannya ketika manajemen merekrut orang legal, malah sudah hamil 4 bulan. Langsung saja stafku mempertanyakan kepadaku "Kok bisa??? bukannya dulu cici bilang min 2 tahun ga boleh hamil???"
Kasus lain mengenai pemberian komisi bagi staf baru adalah bulan ke 4 terhitung sejak dia masuk, kenyataannya Finance manager yang adalah istri dari si bos merekrut asistennya dan pada bulan ke 2 sudah langsung dapat komisi. Ketika dipertanyakan, jawaban beliau adalah " perjanjian dengan aku seperti itu, lo orang ga usah sirik deh" . Please deh, dipertanyakan itu bukan karena sirik tetapi kenapa peraturan manajemen mengenai perekrutan itu bisa berbeda-beda??? Alasan lainnya beliau adalah " kan dia termasuk karyawan lama" ya memang sih dulu dia pernah jadi karyawan di perusahaan ini sebagai staf aku, tetapi tanpa alasan yang jelas  dan meninggalkan tanggungjawabnya dia resign. setelah 6 bulan kemudian dia contact FM untuk minta kerjaan lagi, dan jadilah asisten beliau.
Kalau lihat perbandingan salary satu sama lain pun, miris banget rasanya..... staf baru itu bisa mendapatkan lebih besar dari orang lama padahal kapasitas dia juga tidak terlalu baik, trus apakah ada adjustment salary untuk orang lama???jangan harap!!! kenaikan salary staf lama adalah suka-suka dari si  bos, penilaian tidak menjamin kenaikan besar...benar kata orang lama yang sudah berpuluh2 tahun kerja disini, ngapain lo kerja keras bela mati-matian perusahaan, toh hasilnya cuma nyape-nyapein diri sendiri aja, mending apa adanya aja... nggak usah bela-belain, rugi sendiri kok. (ini juga sebenernya ga bener.... ga boleh kerja kayak gini, tapi masuk akal klo pada kenyataannya si bos yang punya perusahaan aja kayak gitu kok kelakuannya). Sampai hari ini, aku masih memberikan wejangan pada stafku " bekerjalah dengan cinta, bukan dengan paksaan" walaupun hati ini protes..... jika aku bisa menasehati mereka, sebenernya itu nasehat buat diriku sendiri, penyemangat kerjaku agar tetap bisa melakukan yang terbaik sampai pada waktunya.

Kalau di lihat dari usia,aku harus  berani keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan yang terbaik dikemudian hari. Aku harus mulai buat target, tahun ini adalah awal untuk persiapan, semoga semua berjalan lancar dan sukses. Kalau sorang temanku yang dulu sama-sama kerja di Magnet aja sudah bisa  jadi bisnisman, punya perusahaan dan berhasil...masakah aku tidak mampu???

Di kantor ini, aku hanya akan bertahan dan menurunkan ilmu kepada rekan-rekan supaya mereka siap jika aku keluar dari sini.

Mereka siap, aku juga siap....siap membayar lunas cicilan rumah, siap mendapatkan salary tidak tetap, siap menghadapi dunia luar yang mungkin lebih menarik atau bisa jadi mengerikan. Semoga Tuhan menolongku.

Thursday, January 09, 2014

Anyang-anyangan lagi

Pagi ini mataku serasa 5 watt, rasanya mau terpejam saja padahal masih harus ngecekin voucher, duuhhh kok perutnya juga mules yach????

Semalam, kumat lagi anyang-anyangannya, apa karena nahan pipis??? emang sih waktu mo pulang kantor kerasa mau Pi...tapi aku pikir ga kebelet-kebelet amatlah, nanti saja di rumah karena sudah jam 7 dan harus jemput Dear les. sambil turun tangga ngobrol sama Devi, dan kepikiran mau ngajak Dear makan malam di KFC. Jadilah setelah jemput anaknya di tempat les, pulang jemput anak dan mami di rumah langsung berangkat lagi ke KFC Benton Junction. Pi nya sudah tidak terasa lagi (atau karena aku abaikan sehingga tidak terasa???). Selesai makan, pulang ke rumah masih sempet nemenin hubby makan di rumah, baru setelah hubby selesai terasa lagi tuh pengen Pi dan terasanya langsung seperti orang kebelet + sedikit mules.

Jam 22.30 si anyang-anyangan itu mulai menyerang, dan anehnya setiap Pi pasti disertai pup tapi agak cair (red: mencret) dan itu berlangsung sampe tengah malam. Hubby siap sedia buat ambilkan air minum dan aku bisa menghabiskan 4 gelas besar (kurang lebih 1 gelas itu isinya 600 ml) air dalam waktu 2 jam. Jam 01.00 dini hari masih tidak kunjung sembuh, aku coba terapy diri sendiri, merasakan bagaimana saluran kencing itu bekerja dan kok ya aku ngerasa saluran itu tersumbat dengan kotoran sehingga setiap kali mau mengeluarkan air seni yang keluar pertama malah pup nya. Aku bicara pada diri sendiri, mohon kerjasamanya antar setiap organ tubuhku karena aku butuh istirahat dan tidur, supaya mereka dapat berkoordinasi dengan baik sehingga tidak menggangguku. Walhasil setelah itu aku bisa tertidur.

Jam 03 aku terbangun karena terasa mau Pi lagi, thanks God, kali ini Pi saja dan bisa keluar cukup banyak,walaupun saat terakhir masih terasa sakit di perut bagian bawah tetapi jauh lebih baik dibanding sebelum tidur tadi.

Jam 04 terbangun lagi dan melakukan hal yang sama, tetapi setelah itu bisa kembali tidur sampai pagi jam 06.15, bangun walaupun masih sangat malas dan ngantuk ...tapi ini hari kerja, jadi tetap harus BANGUN!!!!

Sekarang, di kantor....  perutnya kumat lagi, keliatannya ada angin yang sedang menari-nari di dalam perut ini (efek kurang tidur semalam dan kena hujan kemarin kali ya) semoga CMPnya segera bekerja dan mulesnya sembuh yaaa.....

dan semoga ada sesuatu yang bisa membuat mata ini kembali melek, Chayo.......




Saturday, December 28, 2013

Menanti hari baru

Tanpa terasa tahun 2013 sudah di penghujung, beberapa hari lagi akan berakhir dan berganti tahun yang baru, tetapi harapan yang ingin di capai di tahun ini belum semua terpenuhi..... semoga impian itu terwujud di tahun yang akan datang.

Hidup itu memang penuh misteri sama halnya dengan waktu yang terus berjalan.... searah jarum jam dan tidak bisa berbalik arah,apa yang sudah dilalui hilang begitu saja....  demikian juga kenikmatan semata. Untuk itu harus berani memutuskan yang terbaik, prihatin dulu senang kemudian..... karena aku harus berjuang melawan waktu, mengumpulkan segenap tenaga dan kemampuan untuk berkarya dan menghasilkan yang terbaik selagi bisa. Hari baru, tahun baru adalah awal yang tepat untuk melangkah pasti, menatap masa depan yang penuh kejutan dengan persiapan matang, berbekal iman & bekal ilmu, percaya diri dan keberanian. Harus bisa !!!


Tuesday, December 24, 2013

Aktifitas diluar rutinitas

Sejak pertengahan tahun, di kantor lagi banyak hal baru yang di garap...mulai dari ISO 9001, audit BG sampai pemeriksaan pajak BG & BSM.
Finalisasinya di akhir tahun ini, untuk yang BG pemeriksaan 2008 sudah ga bisa di sanggah lagi, pemeriksa keukeh dengan pendapatnya dan kita di suruh keberatan... sebelumnya pemeriksa berkali-kali tanya BG sanggup bayar berapa? dan berkali-kali pula kami menjawab periksa sesuai prosedur saja! makanya pada akhirnya tidak ada pembahasan lagi, langsung keluar SKP. Dan kemudian kami mengajukan keberatan ke Kanwil Banten, semoga di keberatan kita bisa dapat keadilan (hare gini masak masih pake acara deal-deal an, nggak lah yau!)

Yang BSM beda lagi kasusnya, pemeriksanya boleh di acungin jempol.... kurang-lebih 3 kali mereka melakukan kunjungan ke kantor buat tanya jawab dan menyelidik. Saat tanya jawab yang di bahas HPP dan penjualan...minta data lampau nggak kira-kira, kami susah payah menyiapkan datanya eh pas SPHP beda lagi yang di bahas :( cape dech!!!!

PPh badan, PPh 23, PPh sewa, PPN kena semua, untuk lihat angkanya juga sudah mabok, untuk itu aku sarankan kepada sahabatku (yang handle BSM) request penyelesaian pemeriksaan diserahkan ke konsultan saja karena angkanya besar sekali. Si Bos raada berat seh tapi ya pada akhirnya disetujui. Deal dengan konsultan biayanya 40 jt (angka yang sangat mahal dimataku) tetapi biarlah, biar si bos tahu bahwa cukup mahal membayar orang lain untuk menghadapi pemeriksaan pajak, jadi seharusnya mereka mempunyai budget untuk kasus-kasus seperti ini. Awal berjalan baik, konsultan yang kami tunjuk menunjuk rekannya untuk mendampingi kami di KPP tetapi beliau sendiri juga mendampingi kami membuat sanggahan pajak. Hari H yang telah ditentukan untuk menghadap beliau sudah cuti, rekannya yang di tunjuk yang mendampingi kami. tetapi sejak awal sudah meleset, janji jam 1 jam 2.45 baru tiba di KPP... ketika bertemu pemeriksa, beliau kebanyakan diam sekalinya bicara nggak nyambung dengan masalah yang di bahas...eh malah menyalahkan kliennya pula di depan pemeriksa (OMG.... ini mo bantu klien atau malah mau menjatuhkan???) Sebenarnya BSM bukan lagi tanggungjawabku melainkan tanggungjawab sahabatku, tetapi tetap aku tidak tega membiarkan sahabatku maju sendiri menghadapi pemeriksa...walau didampingi konsultan.... dan untungnya memang aku hadir di sana.... ga tau apa jadinya klo saja hanya sahabatku & konsultan itu yang menghadapi pemeriksaan .... skenario yang sudah di buat konsultan ga keluar sama sekali.....aku sendiripun cukup kewalahan memberikan penjelasan kepada pemeriksa walau pada akhirnya kami diberi perpanjangan waktu untuk membuat rekap yang lebih detil untuk sanggahannya dan ada titik terang sehingga kami bisa membuktikan bahwa sanggahan kami benar.

Pulang dari KPP, sahabatku langsung BBM konsultan yang kami tunjuk (bukan rekannya yg menemani kami di KPP) untuk memberitahu bahwa rekannya itu tidaklah kompeten, dan akhirnya diputuskan bahwa kita akan putuskan kerja sama dalam hal pemeriksaan ini. 

Selanjutnya, aku yang tadinya nggak mau terlalu mencampuri masalah pemeriksaan jadi ikutan kecemplung gantiin konsultan yang kita putuskan. Bahkan hari liburpun kita tetap berjuang untuk memberikan pembuktian yang akurat.

Sempet deg-degan karena kami sama sekali tidak bisa menandatangani hasil pemeriksaan akhir dan diminta direksi yang hadir, padahal si bos lagi cuti. Aku sampaikan ke mami OF mengenai masalah ini berharap mami mengijinkan suaminya untuk menandatangi Pemeriksaannya. Tapi mami malah bilang klo si Bos bakal balik senin siang. yo wis, Whatsapp si bos, briefing dan info masalah yang terjadi dan senin siang (23 Desember 2013) jadilah kita kembali ke KPP bersama si BOS. 

Jam 17.30 berakhir sudah pembahasannya, angka yang keluar adalah 141 jtan, angka tersebut di drop dari angka 1,485 Mi. Luar biasa..... dalam pemeriksaan ini kita mengalami banyak mujijat.... banyak hal  di luar perkiraan kita terjadi. Aku tau bahwa TUHAN turut campur membantu kami, memantapkan kami dalam memberikan jawaban, nggak sia-sia belajar NLP ...hehehehe :)
So far, ini semua berkat doa dan dukungan dari teman dan mami OF. Semoga kedepannya kita sudah tidak menemui masalah pajak  yang aneh2 lagi, amin