Friday, October 20, 2017

curhat pagi

Pagi ini , sengaja menyempatkan waktu buat nulis. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran perihal tulisan Kepsek di group WA wali murid grade VIII. Masih teringat jelas setahun yang lalu dimana Dear diminta isi acara dengan permainan keyboard nya, waktu itu anaknya sempet nolak karena memang  Dear ga suka tampil, tapi setelah diberi pengertian akhirnya dia bersedia dan dia latihan dengan tekun, seringkali jam istirahat siang dia pakai untuk latihan sehingga makan siangnya hanya disentuh sedikit, tidak jarang omanya di rumah marah hanya karena dia tidak menghabiskan makan siangnya dengan alasan latihan.
Tapi sehari sebelum hari H, saat gladiresik, anakku tidak dipanggil untuk latihan, aku tanya sama guru SBK nya dan guru SBKnya bilang kemungkinan Dear ga jadi tampil, karena dianggap permainannya kurang bagus oleh MC yang aku ingat banget saat itu seorang guru bernama Ms Mega yang pegang Mic dan memanggil satu persatu pengisi acara untuk latihan terakhir.

Aku marah sekali saat itu, iya.... marah bukan karena anakku ga jadi tampil tapi marah karena mereka sudah menghancurkan rasa percaya diri anakku yang sudah susah payah aku bangun...... hanya karena permainannya kurang memuaskan MC. Aku sampai tanya ke guru SBK nya apakah memang ga layak permainannya? dan guru tersebut menjelaskan bahwa permainan Dear sudah bagus kok, dan dia sendiri ga tau kenapa nama Dear di coret mendadak. Setelah lihat aku marah seperti itu, guru SBK nggak enak hati dan dia bicara dengan MC nya. Ga tau apa yang mereka bicarakan tapi akhirnya Dear dipanggil untuk ikut latihan. Awalnya saat dipanggil Dear sepet nolak dan bilang "ga usah aja, ga papa kok" dia berusaha bersikap biasa aja, tapi jelas keliatan bahwa dia kecewa. AKu cuma bilang sama Dear, kamu latihan dan tunjukkan bahwa kamu mampu memberikan yang terbaik, dan akhirnya dia berjalan ke arah keyboard dan mulai memainkan tuts nya, mengalun lagu BUNDA, rasanya air mataku mo netes...... nada-nada yang dimainkan sudah bagus untuk seorang anak pemula yang belajar keyboardnya hanya didapat di sekolah tanpa kursus. Saat dia memainkan lagu tersebut , wali kelasnya keluar dari ruang guru dan mendekatiku. Dia memuji Dear tapi langsung aku informasikan klo nyaris Dear batal isi acara. Walikelasnya aja sampai kaget.

Akhirnya pas hari H Dear tetap memainkan lagu BUNDA, semua yang nonton bertepuk tangan, seorang guru yang duduk disebelah aku comment "hmmm...permainannya bagus, sudah berapa lama kursus keyboardnya bu, kursus di mana? aku jawab "dia ga pernah kursus keyboard Sir, satu-satunya alat musik yang dia pelajari di tempat kursus hanya violin, dan nyaris namanya dicoret oleh MC karena dinilai permainannya kurang bagus dan ga layak dipentaskan"

Selesai dia bermain, saat akan kembali ke tempat duduknya, MC menahan dia dan menanyainya gimana rasanya? mungkin maksudnya mau bercandain Dear tapi anak itu memang introvert jadi dia hanya jwab dengan senyuman. MC kembali bersuara " wuah mami pasti bangga ya mendengarkan permainanmu, ini lagu buat mami ya?" kembali Dear tersenyum, dan aku puas.

Dan semalam, Mr kepsek bilang bahwa "sehubungan acara bookfair besok , juga akan perform kelas SBK untuk melatih kepercayaan diri anak kita" aku cuma bisa tersenyum sinis...... yakin tuh buat melatih kepercayaan diri anak???? lalu yang tahun lalu nyaris menghancurkan kepercayaan diri anak itu siapa??? klo saja tahun lalu, aku ga jemput Dear, aku ga tau klo anakku di coret namanya saat latihan terakhir, klo saja aku ga menegur guru SBKnya..... apakah besok Dear masih mau dilibatkan sebagai pengisi acara???? pasti TIDAK...... karena pada dasarnya Dear ga suka tampil, ga suka memperlihatkan kemampuannya...... 






Tuesday, October 17, 2017

cabut si bungsu

Akhirnya, kemarin 16 Oktober 2017  berhasil pakai BPJS buat cabut si bungsu, hehehehe...lebay.com
Ceritanya bulan lalu aku balik lagi ke RSUD Tangerang dengan rujukan dari klinik Graha Mitra untuk tindakan cabut gigi graham bungsu yang udah lama bermasalah. Ketemu Drg Marina dan karena 1,5 tahun lalu sudah pernah juga dengan kasus yang sama maka kali ini aku didahulukan, hanya perlu nunggu 1 bulan saja.

Jam 6 pagi udah sampai di RSUD untuk ambil nomor antrian, dapet nomor C17, jam 6.35 loket sudah mulai dibuka, dan mulai dipanggil urutan untuk dapat nomor tunggu di poli. Jam 7.30 aku sudah dapet nomor tunggu Poli dan langsung ambil posisi duduk dekat pintu ruangan 17 dimana ruangan Drg. Marina, SPBm praktek. Jam 9 an gitu Dokternya baru dateng dan aku dapet urutan ke 7. Waktu dipanggil oleh perawat untuk ukur tekanan darah, aku pastikan lagi kalo hari ini aku bakal dapat tindakan dan memang namaku masuk dalam list. Ada 5 orang yang akan di cabut giginya hari ini (sehari cuma nyabut 5 pasien doank? dari 20 pasien yang diterima Drg Marina per hari)

sekitar jam 9.45 aku dipanggil, aku tunjukin hasil rontgen panoramic nya dan kemudian dilihat beliau, aku di suruh duduk di tempat eksekusi. Prosesnya cuma bentar ternyata, pertama seputaran gigi yang akan di cabut di suntik kebal supaya ga sakit kali ya, lalu dia coba cabut pakai tang tapi karena posisi gigi ada di dalam gusi maka dia minta asistennya semacam pisau buat ngerobek gusinya (ga jelas karena ga bisa lihat) trus baru di coba lagi di cabut. Suara "kreg..kreg.." terdengar jelas banget dan bikin ngilu, dan tadah..... sekitar 10 menit kemudian giginya sudah berhasil di cabut. Trus langsung di kasih kayak semacam obat cairan warna cokelat, aku pikir itu betadine karena rasanya mirip betadine.

Yaaa... gitu doank ternyata....... setelah berhasil di cabut, di kasih obat lalu di sumpel dengan tampon (kasa steril yang di bentuk segitiga untuk menahan agar darah tidak keluar terus), lalu di suruh ke apotik untuk ambil obat. Jam 10 aku sudah ada di apotek buat ngantri obat, sampai sana suasana ramai banget, olala beby...ngantri lagi dech sampai jam 11 an. Selama nunggu, bekas gigi yang dicabut mulai terasa sakit, dan akhirnya aku minta surat keterangan dokter ajalah... jadi bisa tidur di rumah, hahahahaaha....................................





Tuesday, September 26, 2017

mengenang Papi

Hari ini ulang tahun alm papi yang ke 65 (jika beliau masih ada), sudah 15 tahun papi pergi meninggalkan keluarganya menuju rumah  BAPA di SORGA. Sejak kecil aku deket banget sama papi, masih teringat bagaimana papi maksa aku tidur siang dan di temenin.....tapi begitu papi sudah tertidur pulas aku malah kabur keluar buat main lagi. Gimana ekspresi marahnya papi klo anaknya bandel dan ga nurut, pernah juga kejadian papi ngambek dan tiba-tiba menghilang. Mami dan anak-anaknya panik nyariin si papi yang tiba-tiba menghilang, ealah ga taunya ngumpet di dalam lemari. Pernah juga kejadian yang sama , aku pikir ngumpet lagi di dalam lemari...tapi pas di buka pintu lemari ga ada papi di situ, muter-muter seluruh bagian rumah diperiksa tidak ada papi juga di situ , sampai akhirnya periksa kebon belakang sambil memanggil "papi" dan tralalala...... ternyata nangkring diatas pohon jambu.

Papi itu galak, tapi baik hati dan lucu. Pengorbanannya buat keluarga sungguh luar biasa, walaupun keadaannya jantungnya yang lemah (klo dokter bilang bocor) tapi beliau tetap semangat jalanin hidup. Papi sumber inspirasi aku, papi yang selalu ada buat aku, papi yang bantu prakarya dan tugas sekolah bahkan sampai papi yang bantu buatin aku skripsi. Beliau hanya lulusan SMA tapi skripsi yang beliau buat tidak kalah sama yang sudah menempuh pendidikan S1. Bisa jadi klo bukan karena papi, skripsiku ga selesai dan aku tidak bisa menyelesaikan kuliah 3,5 tahun. Bisa jadi klo bukan karena papi yang ingin punya anak bergelar "Master" aku ambil kuliah S2. Bisa jadi klo bukan karena papi pingin anaknya kuliah di jurusan Akuntasi , aku seperti ini. Dan bisa jadi klo bukan karena papi yang minta aku pindah kerja di daerah Tangerang saja biar deket sama rumah, aku kerja di Goldxxxx Group dan bertahan dari tahun 2001 hingga hari ini. Sebagian hidupku aku dedikasikan buat menuruti keinginan papi. Klo ada yang tanya "emangnya elo ga punya keinginan sendiri?" jawabnya "PUNYA, tapi klo itu buat papiku terbeban dan sedih lebih baik aku buang keinginan itu", aku tidak sepenuhnya jadi anak penurut, seringkali aku juga ngeyel dan bantah papi, dan klo udah gitu aku marah pada diri sendiri, marah karena aku ga bisa jadi anak yang penurut.

15 tahun ini papi sudah tidak pernah lagi mengatur hidupku dan aku sangat kehilangan. Terkadang buat menghapus rasa rinduku aku cerita kepada hubby gimana papi dulu sambil mengingat kembali apa yang akan papi lakukan ketika aku mau tidur, papi masuk kamar dan mencari nyamuk-nyamuk nakal yang akan ganggu tidur anaknya, atau ketika aku denger musik dan kemudian tertidur, papi yang akan masuk kamarku dan matikan tapenya, papi juga yang rapikan meja belajarku.

Hadiah terindah dan terakhir papi untukku adalah memilihkan calon pendamping yang baik buat aku. Walaupun pada saat pemberkatan nikah sudah tidak ada papi di sisiku tetapi beliau tau laki-laki yang akan menemani sisa hidupku itu seperti apa. Dan walaupun papi sudah tiada, pilihannya kini menggantikannya, beberapa sifat dan caranya mengasihi keluarganya mirip.

Sungguh jika kita bener-bener percaya akan pilihan dan jalan hidup yang ditentukan orang tua kepada kita , hasilnya akan baik bahkan sangat baik . Thanks God karena aku masih punya kesempatan buat papi bangga sama anaknya ini.

Saturday, June 24, 2017

Liburan sekolah 2017 seputar Jawa Tengah

Foto dari balkon kamar hotel Quest lt 3

Selama 2 minggu ceritanya kita keliling jawa tengah. Perjalanan dimulai dari Tangerang menuju Semarang hari minggu 11/06/17. Berangkat dari rumah sekitar 6.30 dan sampai di Semarang sekitar jam 1 an langsung makan siang di IBC daerah kota Tua (depan gereja Blenduk). Niat awal sebenarnya mo makan Sate 29 di situ tapi ternyata klo hari minggu Sate 29 itu libur maka bergeserlah ke IBC. Selesai makan kita menuju Hotel Quest di Plampitan untuk check in dan istirahat. Makan malam kita jalan kaki menuju Semawis (jarak dari hotel ke semawis masih dapat di jangkau dengan jalan kaki), saat ditengah perjalanan, tiba-tiba ada orang yang dibonceng motor berusaha jambret kalungnya mami mertua, untungnya reflek mami cukup baik sehingga masih dapat menahan kalungnya dan orang tersebut tidak berhasil menjambret. Hanya saja Dear yang berjalan disamping mami mertua dan melihat kejadian tersebut sedikit shock. Anak itu belum tau betapa kejamnya dunia saat ini. Karena kejadian tersebut buat Dear jadi ga nafsu makan...... 

Keesokan harinya, untuk mencari  breakfast kita jalan ke arah wotgandul (karena emang pesan kamarnya hanya room only). Dan ketemulah arumah makan Kelengan, menunya semua non halal, yang jual masih muda , tempat makannya juga kecil, tapi rasanya lumayan enak


Tanggal 12/06/17 siang checkout dari Quest menuju Ambarawa. Ceritanya mo nginep deket gua maria Kerep di Ambarawa, maka kita menginap di hotel Griya Wijaya. Hotelnya sih biasa aja seperti villa gitu, dan secara harganya sama dengan hotel bintang 3 di kota Semarang.
Ukuran kamar cukup untuk menambah 1 extra bed dan masih ada sedikit space untuk kursi & meja. Kamar mandi cukup luas, sedangkan untuk breakfastnya dengan nasi goreng telor ceplok  porsi kecil. 
Foto diambil dari balkon lantai 2 hotel

Hotel ini paling dekat dengan gua kerep, dan ternyata pas aku jalan-jalan ke belakang itu bentuknya melengkung dan tembus ke sisi samping patung Maria besar. Di sana kebetulan                                                                                   juga ada anak pramuka yang sedang persami,  jadinya ramai dech.

Jam 12 tengah malam, aku & hubby jalan menuju gua kerep untuk berdoa, ternyata di depan gua maria sudah banyak orang duduk berdoa . Suasananya memang berbeda. Selesai berdoa aku sempet ngobrol bentar dengan hubby , tiba-tiba mencium bau harum yang sangat menyengat..... kita berdua terdiam, bau itu hilang setelah sekian detik... aku pandang-pandangan dengan hubby, barusan ada mahkluk halus yang lewat sepertinya. Setelah itu kita jalan kembali ke hotel untuk tidur.

Suasana doa tengah malam
Bunda maria diwaktu malam

Tanggal 13/06/17 perjalanan dari Ambarawa menuju Jogja, sekitar 2 jam, jam 11 sudah tiba di Sleman dan langsung menuju Jejamuran untuk menikmati makan siang. Walaupun semua serba jamur, tapi tidak menghilangkan kenikmatannya. Rasanya tetap lezat dan nagih :)
menu lunch serba jamur












Selesai makan, langsung menuju kota jogja, kali ini hotel yang di pilih adalah hotel POP di jalan Sangaji dekat Tugu. Hotelnya murah meriah, kamarnya cukup untuk 3 orang karena ada tambahan kursi panjang berbalut busa. Kebetulan kali ini dapet breakfast dan breakfastnya juga bisa untuk 3 orang/kamar.
Siang ini kita habiskan waktu di hotel untuk beristirahat, dan malamnya dinner di sebrang hotel POP ada RM Enny (beberapa kali pernah makan di RM Enny, tetapi kali ini sedikit kecewa dengan rasa yang tidak sesuai dengan harganya).

Tanggal 14 pagi checkout dan sebelum lanjut perjalanan, kita mampir ke taman pintar.... sekedar pengen tau aja sebenernya ada apa di taman pintar (yang pengen tau ada apa di taman pintar bisa buka site nya http://www.tamanpintar.com/ )

Satu-satunya wahana yang di lihat adalah planetarium, klo ga salah tiket masuk perorang Rp. 25.000,-

Bukannya ga mau masuk ke wahana lain sih tapi karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, artinya anak-anak sudah teriak laper dan memutuskan untuk keluar cari makan.


Selesai makan kita kita cari hotel LPP Garden lokasinya di daerah Catur Tunggal Depok,Sleman. Jadi udah ke arah jalan Solo. Menurut aku hotelnya luas, ada kolam renangnya dan kebetulan pas kita menginap disana itu hari  Rabu dan sepi. Jadi rada serem sendiri gitu :) udah gitu ruangan kamarnya dengan kamar mandi sedikit terpisah gitu karena kamar hotelnya emang gede.
Untuk dinnernya kita makan di Ambarukmo Plaza karena emang lokasi hotel dengan plaza deket, bisa di jangkau dengan jalan kaki.

tanggal 15 Juni checkout dari LPP , breakfast di Mc Donald karena emang deket juga sama hotel lalu lanjut perjalanan ke Umbul Ponggok daerah Klaten, sekitar jam 10 an kita sudah sampai lokasi. Perjalanan dari hotel ke Umbul ponggok sekitar 1 jam. Awalnya aku ragu mo ke tempat ini secara anak-anak itu rada ga suka mandi air dingin apalagi harus berenang dan di dalam kolamnya itu ada banyak ikan

Umbul Ponggok merupakan sebuah kolam alami yang dikembangkan menjadi wisata snorkling yang cukup terkenal di Klaten. Kolam alami ini sudah ada sejak zaman Belanda, dengan ukuran 50 x 25 meter dan kedalaman rata-rata 1,5 – 2,6 meter. Anda tak perlu takut terbawa gelombang, sebab tempat snorkling kali ini bukanlah laut melainkan sebuah sumber mata air alami yang segar dan sangat jernih. Berbeda dengan kolam renang yang dasarnya berupa lantai keramik, dasar Umbul Ponggok masih sangat alami berupa hamparan pasir nan luas, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni sehingga suasananya benar-benar seperti dibawah laut. Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok ini tidak amis sebab airnya mengalir terus-menerus. Selain sebagai tempat snorkling, Umbul Ponggok juga kerap dijadikan lokasi latihan diving bagi penyelam pemula sebelum mereka benar-benar menyelam di laut. 


 


Dari Umbul ponggok lanjut ke Solo, tapi di tengah jalan sempet terjadi insiden nabrak pembatas , gara-gara salah jalan dan mo muter, hubby ga liat klo di depan ada pembatas jalan yg lumayan tinggi sehingga bemper sisi kiri melesek ke dalam. Walau demikian perjalanan tetap di lanjutkan.

Di solo kita menginap di Hotel Amarelo, hotel bintang 3 yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Solo , sebenernya cukup strategis karena deket dengan pusat perbelanjaan, ke Pasar klewer jalan kaki sekitar 30 menitan, untuk makan malam tinggal jalan kaki ke daerah Slamet Riyadi.
                                        Kamar Hotel Amarelo,Solo



Di hotel Amarelo kita menginap 2 malam, kemudian lanjut naik ke Tawangmangu untuk menikmati air terjun Grojogan Sewu. Jadi tanggal 17 pagi kita checkout , lanjut perjalanan, sebelum sampai daerah tawangmangu berbelok ke perkebunan Teh Kemuning.

                                         Ndoro Donker Tea House Kemuning,Karanganyar


Setelah puas nyicip teh, belanja teh sekaligus makan siang di Ndoro Donker, lanjut perjalanan ke arah Grojogan Sewu buat nyari hotel. Beberapa hotel yang didatangi sudah penuh akhirnya adiputuskan buat nginep di Hotel Bintang Tawangmangu. Hotelnya cukup tua, furniturenya juga sudah tidak terlalu bagus, tapi pemandangan dari balkon kamar yang menakjubkan...bagus banget.

                                                     View dari balkon kamar hotel

                                                           Pembatas antar Balkon
Suasana siang sampai menjelang tidur masih baik-baik saja, sempet berendam di bathtub untuk sekedar melepas penat, tapi pas tengah malam tiba-tiba aku kebangun dan rasanya nyesek banget. Rasanya seperti mimpi horor tapi ga bisa dideskripsikan seperti apa. dari luar jendela terdengar suara angin yang bertabrakan dengan pohon dan itu cukup mengganggu pendengaran. dari jam 1 pagi hingga jam 4 mata ini terjaga, setiap kali dicoba untuk tidur rasanya seperti nggak nyaman, jantung ini terasa degdegan. hingga akhirnya terdengar salawat seorang anak kecil dari kejauhan yang lambat-lambat menghilang tertutup suara gemuruh angin. Akhirnya setelah jam 4 subuh mataku mulai tidak bisa diajak kompromi dan akhirnya tertidur juga, walaupun hanya sebentar karena jam 5.30 sudah terbangun lagi. Ini pengalaman horor sepanjang perjalanan.

Jam 9 setelah selesai breakfast lanjut perjalanan menuju grojogan sewu. Air terjun yang katanya memiliki 1250 anak tangga ini lumayan buat olahraga. Tetapi buat yang ga kuat, disana banyak juga saung-saung untuk beristirahat kok, jadi jangan kuatir. Lokasinya dari hotel ga terlalu jauh kok.
Untuk harga tiket masuk per orang Rp. 17.000, ga terlalu mahal juga kan????

 Begitu sampai di air terjun rasanya seger banget, cipratan air buat mata yang ngantuk jadi melek. Ga bakal bisa melewatkan momment ini buat foto-foto.




Air terjun ini dikelilingi hutan yang masuk dalam kawasan konservasi, yang luasnya sekitar 20 Ha. Ketinggian Air terjun ini sekitar 81 M (untuk air terjun yang paling tinggi). Di hutan wisatanya tersebut juga dihuni oleh kera-kera jinak yang dapat didekati. Note dari penjaga , jika ingin membawa makanan sebaiknya dimasukkan ke dalam tas, jangan di tenteng dengan kantong plastik kalau tidak mau direbut oleh kera-kera tersebut.

Setelah puas bermain air (sejujurnya sih ga puas tapi apa daya klo komandan sudah memerintahkan untuk jalan pulang maka anggota harus bergerak) kita kembali ke parkiran.

                                                               di Parkiran juga banyak monyet

Kini saatnya kembali pulang. awalnya masih galau apakah kembali ke Jogja atau menginap di Salatiga. Yang pasti turun dulu ke Solo lah yaaa, cari makan siang di kota solo. Nyoba makan di Depot Es Nini Thowong daerah solo. Sampai disana, ternyata ruamenya luar biasa..... sebenernya untuk rasa menurut aku sih standard, lumayanlah...cuma ga tau kenapa bisa rame banget gitu (ga ada dokumentasinya yaaa)

Selesai makan lanjut perjalanan menuju Jogja, aku pikir aku mau tidur sebentar karena matanya ngantuk banget dan ga tau kenapa rasanya kepalaku berat dan agak sesak nafas, baru sekejap memejamkan mata tiba-tba terasa mobil seperti tertabrak atau menabrak sesuatu, pas melek aku lihat mobil diepan avanza putih yang merupakan mobil taksi minggir dan supirnya turun, sementara karena aku ngerasa ada bagian depan mobil yang lepas aku minta hubby untuk menepi sebentar, pas aku turun supir itu menghampiri aku dan marah-marah minta suamiku turun. Aku yang masih linglung dan terperangah karena melihat bumper depan lepas dan ringseknya jadi kanan kiri.
Awalnya bumper tersebut sulit dipasang karena ada beberapa bagian patah, aku hanya bisa berdoa mohon supaya bumper ini bisa dipasang sementara dulu, belum lagi supir taxi tersebut marah-marah dan menuduh hubby yang memotong jalan dia dan menabrak dia, karena aku tidak melihat kejadiannya aku ga bisa ngomong apa-apa. hubby tetep yakin klo dia tidak memotong jalan taxi tersebut, hanya saja dia memang tidak melihat ke kanan apakah ada kendaraan atau tidak karena posisinya di jalan pertigaan dan kita berbelok ke kiri. Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya yang mengandalkan DIA, dalam keadaan bingung dan masih negosiasi  dan aku juga berusaha memasang bumper yang lepas, temennya supir taxi tersebut datang membantu untuk memasangkan bumpernya. lalu temennya yang lain juga datang lagi tetapi tidak menyudutkan kami, malah membantu memasangkan bumper yang lepas. Akhirnya setelah bumper mobilku terpasang lagi, barulah kita bernegosiasi dan mengganti orang tersebut 1 juta (isilahnya anggap aja buang sial deh, karena kok aku ngerasa supir taxi tersebut modus yaaa, secara mobil taxinya sebenernya juga sudah penyok-penyok dan dia minta diganti uang, ga mau aku bawa ke bengkel untuk perbaikan, sekalipun aku bawa kebengkel dia tetep minta ganti uang untuk waktu dia yang hilang dan ga bisa narik penumpang)

Dengan berbekal iman dan keyakinan bahwa kondisi mobil akan baik-baik saja kita lanjutkan perjalanan. Sebelumnya aku juga sempet telepon kokoh buat minta solusi , dan kokoh juga menyarankan untuk di perbaikinya setelah kita kembali ke Tangerang saja. Kokoh meyakinkan klo itu ga akan lepas, asal di iket aja dulu . Jadi sesampainya di jogja, aku & hubby berjalan kaki mencari toko yang jual kawat dan tambang supaya bisa ngiket bumper sementara.

Sekembalinya ke Jogja memanfaatkan waktu buat hubby bertemu sahabat lamanya, Ko Michael
mereka bisa bersahabat itu karena sama-sama aneh, wkakakaka........ pisss.........

Setelah 2 hari ngendon di Jogja, rencana  lanjut lagi perjalanan ke Salatiga , tapi pagi sebelum jalan pulang Fy demam dan muntah-muntah, ga tau apakah masuk angin atau kenapa..... dan klo udah ada yang sakit gitu jalan-jalan jadi ga asyik deh...... maka rencana nginep di Salatiga jadi batal, karena keadaan Fy yang ga jelas sebaiknya kita nginep di Semarang ajalah, yang memang sudah tau lokasinya, trus juga ada saudara dan keluarga di sana. Ke Salatiga cuma mampir sebentar ke rumah I Ing (adiknya mami) untuk nganterin makanan dan pakaian-pakaian yang masih bagus tapi ga terpakai.Sampai di rumah I Ing tengah hari, itupun setelah muter-muter ga jelas karena jalanan yang ditunjukkan sama GPS beda dengan di lapangan.
Setelah itu baru kita lanjut Semarang, Fy mulai membaik tapi Dear ikutan demam. Butuh waktu 1 hari untuk mereka istirahat dan hari itu kita hanya di hotel saja.

Setelah semuanya sehat, baru mulai ngunjungin saudara, ke rumah Koh Kiok, lalu ga lupa juga ke tanah mas karena ada beberapa keluarga mami yang tinggal di sana.

Liburan kali ini lumayan panjang dan puas, c u next trip



Thursday, September 29, 2016

Esmosi dibuatnya

Akhirnya, ngerasain sebel juga sama dese, bapak sales & promotion manager.
Tau gitu eike ga minta dese buat tandatangan SP Sewa deh.....

Ceritanya aku mo proses transaksi sewa ruangan kantor buat PT WM ke PT BSM, sudah disampaikan ke direksi dan sudah disetujui, sambil bercanda bahwa ruangan yg disewa WM adalah ruangan yang aku pake sekarang, jadi aku bisa tetep tempatin yaa paaakkkk..... gitcu ceritanya, walaupun om direktur ngeledekin bahwa ga selamanya loh aku bisa pakai disitu tapi masih enak ngomongnya, aku masih bisa nanggapinnya sambil bercanda pula dan emang aku juga ga mau selamanya di sini kok :P

Tapi bapak S&P Manager tadi ngomongnya rada nyolotin, ey kenapa eike bisa terpancing esmosi yaaa???? ihhh gayanya itu loch serasa dia yang punya perusahaan aja. "Ga bisa donk, ruangan itu nanti saya mau sewain buat salon loh, dan harusnya bayar dulu donk" aku masih bisa nanggapin sambil bercanda "ya pak ruangannya kan kecil gitu mana bisa buat salon??, bayarnya besok pak, setelah semua sudah tandatangan baru diproses pembayarannya" tapi dia malah pikir aku ngotot nggak mau dipindah nantinya dan dia nggak mau TTD SP Sewanya. AKu bilang ya udahlah pak, ntar dimana aja terserah, ini toh juga cuma formalitas doank kok, ga beneran, dia jawab "ga bisa, nanti kalo saya tandatangan malah kamu ga mau dipindah!", jadilah aku jawab "ya udah lah aku mah dimana aja pak, klo ga ada tempat aku bisa kerja di rumah juga ga papa kok, wong cuma formalitas" . Eh trus dia tulis note di bawah SP "LOKASI BISA BERUBAH" . Terserah lah lo mau nulis apa juga, yang penting di tandatangan (itu juga cuma formalitas doank).

Sumpeh, selama ini cuma dapet ceritanya doank klo dese itu ngeselin, ngatur banget, de el el dan aku masih bisa bilang yaa mungkin emang biar jadi lebih baik, tapi setelah sore ini ngalamin sendiri , liat sendiri mimik mukanya yang serius (biasanya klo ngobrol sama aku itu dia sambil ketawa-ketawa) dan bikin gondok baru tau rasanya jadi mereka. Hmmm...pantesan itu anak-anak yang sering berurusan sama dese rada bete, dan katanya dese selalu merasa dirinya dan keputusannya paling tepat. Yo wis terserah lo aja dah.....